Perilaku Senior dan Alumni FSRD ITB di Internet: Sebuah Studi Kasus

Lokasi pengambilan sampel: Tanggapan atas keluhan seorang mahasiswa baru FSRD ITB tentang kampus barunya [lihat di sini]. UPDATE: Post tersebut telah diproteksi oleh yang empunya blog sehingga komentar beralih [ke sini].

Metode pengambilan sampel: tidak acak, insidental

Contoh jawaban responden:

Kode subyek: gina DI 05

wah, saya liat karya kamu (yang ceritanya desain mega TECH, mau sok-sok interior gitu),

JELEK BANGET, GILAAAA!!!!!!!!!!!!!!!
Jangan masuk interior yak! Udah nggak punya bakat ngedesain interior, ruangannya GARING gitu, skill sketch up kamu BUSUK!!!!

Saya kaget kamu bisa masuk FSRD ITB!
Kamu malah nggak bersyukur, padahal kamu cuma beruntung lho, soalnya cuma 10000 tahun sekali ITB salah nerima mahasiswa, yang diterima malah orang retarded kayak gini!

PS : Liat wajah kamu di FS, eneg jadinya

Kode subyek: ayu dp 04

lu stress ya??!

denger ya, gw cewek (dan gak pengecut kayak lu) , baru lulus dari dp dan merindukan kehidupan gw di sr…

kalau lu emang gak mau diem di sr, gw tantang lu cabut dan ngundurin diri dari sr, ngapain juga lu masih kuliah?? gak ada kepentingan kan??

selama lu gak mau nerima kehidupan luar dan membenarkan diri sendiri, berarti lu takut buat ngehadapin apa yg ada di depan lu sekarang.

hidup sendiri sana!!!

Kode subyek: PANJI DI 06

MAO GAJAH YANG LAEN LO!??
LEWAT DI DEPAN GW, GW KASI GAJAH DARI SELANGKANGANLO!!
ATI ATI.

Pembahasan:

Tulisan si mahasiswa baru yang sarat muatan emosi negatif ternyata menimbulkan reaksi negatif dari mayoritas responden yang diduga memiliki ikatan dengan obyek (Kelompok 1) yang dikeluhkan. Sementara itu, responden yang diduga tidak memiliki ikatan (Kelompok 2) cenderung memberikan jawaban yang netral, positif, atau konstruktif. Hanya sedikit responden dari Kelompok 1 yang memberikan jawaban semacam ini.

Hasil penelitian ini bertentangan dengan tingkat pendidikan yang telah atau sedang dijalani mayoritas responden. Pada tingkat itu, responden diharapkan dapat berpikir dengan akal sehat dan berdiskusi secara rasional. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya pula, responden pada tingkat pendidikan ini memiliki tingkat toleransi dan keterbukaan terhadap ide-ide baru yang lebih tinggi dibanding responden yang memiliki tingka pendidikan di bawahnya. Namun itu bukan berarti jawaban responden muncul dari kegagalan institusi pendidikan mereka (ITB) dalam memenuhi tujuannya.

Perilaku para responden dalam menanggapi tulisan itu konsisten dengan teori yang dikemukakan Krahulik dan Holkins (2004). Menurut teori ini, level inteligensi, tingkat pendidikan, status ekonomi, dan tingkat religiusitas tidak memiliki pengaruh signifikan dalam kualitas interaksi tidak langsung yang memungkinkan adanya anonimitas. Kualitas interaksi ini juga semakin menurun ketika responden memiliki persepsi bahwa interaksinya diperhatikan oleh orang banyak.

Keterbatasan penelitian ini adalah tidak adanya metode untuk memastikan bahwa para komentator benar-benar adalah senior atau alumni FSRD ITB. Meskipun begitu, melihat area bahasannya yang cukup lokal, diperkirakan jumlah provokator (baik yang ingin menjelek-jelekkan nama FSRD ITB atau sekedar iseng) tidak signifikan dibanding jumlah subyek asli.

Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan sampel responden yang lebih banyak dan rentang perilaku yang lebih luas dan valid sebelum hasil penelitian pendahuluan ini bisa digeneralisasikan lebih luas.

Kesimpulan:

Krahulik, M. & Holskin, J. (2004)

Krahulik, M. & Holkins, J. (2004)

UPDATE 2: Ada pihak ketiga yang membuat salinan post (minus komentar-komentar yang telah masuk) yang telah diproteksi itu [di sini].

UPDATE 3: Komentar bercabang di tulisan lain si mahasiswa baru [di sini].

UPDATE 4: Berdasarkan investigasi peneliti, sebagian responden Kelompok 2 (tidak memiliki ikatan dengan FSRD ITB) adalah anggota forum kaskus yang mengetahui peristiwa ini dari sebuah thread [di sini].

UPDATE 5: Masalah internal antara si mahasiswa baru ITB dengan senior dan alumninya dianggap sudah selesai. Lihat pengumuman dan klarifikasinya [di sini].


About this entry