Tentang Tes Obyektif : Ide untuk Meningkatkan Kualitas Tes Obyektif

Bagaimana cara menilai sebuah soal susah atau mudah ? Sederhana sebenarnya, berapa jumlah orang yang benar dalam menjawab. Misal, ada soal A dan soal B dikerjakan oleh 100 orang. hanya 10 yang benar menjawab soal A, dan 30 orang yang benar menjawab soal B, maka kita bisa menyimpulkan soal A lebih susah dari soal B.

Anehnya, dalam tes obyektif tidak ada pembedaan dalam penilaian kedua soal ini, sama-sama 1 poin. Harusnya, soal A diberi nilai lebih karena lebih susah, di sinilah kelemahan tes obyektif.

Tentang Tes Obyektif : Ide untuk Meningkatkan Kualitas Tes Obyektif « Zero Reality

Masalah lain dengan norma penilaian yang relatif seperti ini adalah: Nilai itu hanya berguna di dalam grup peserta tes yang sama dan tidak bisa dibandingkan dengan nilai orang lain dari grup peserta tes yang lain (yang penilaiannya terpisah), karena soal yang sama bisa punya tingkat kesulitan yang berbeda (thus, nilai yang berbeda) jika komposisi kecerdasan peserta tesnya juga berbeda. Dengan kata lain, ada tambahan problem keadilan dan untung2an dari penerapan norma relatif itu. ?

Ditambah lagi, kalau saya tidak salah ingat akan kuliah psikologi pendidikan saya dulu, penggunaan norma relatif dalam konteks akademik membuat suasana belajar-mengajar jadi terlalu kompetitif dan akhirnya malah merugikan murid/mahasiswa. (


About this entry