Universitas Khusus Orang Melayu di Malaysia
Beritanya agak lama sih (Agustus tahun kemarin), tapi…wow, saya agak terkejut juga ketika mengetahuinya barusan. Rupanya ada Universitas di Malaysia yang khusus orang Melayu, dan banyak pihak (termasuk mahasiswanya) protes ketika ada rencana dari pemerintah setempat untuk membuka 10 persen kursi di sana bagi mahasiswa dari ras lain.
Wait…what?! Amerika yang lumayan berdarah-darah sejarah rasialismenya saja justru mendukung integrasi/pembauran antar-ras; orang-orang kulit berwarna didukung lebih untuk masuk ke universitas, sekolah, atau bidang pekerjaan yang dulunya didominasi orang-orang kulit putih. Dan kalau melihat kondisi di sana saat ini, rasanya kebijakan itu cukup efektif.
Lha di Malaysia?
Entah apakah mereka punya program affirmative action atau tidak, tapi membuat sebuah universitas* khusus orang Melayu rasanya terdengar seperti kebijakan yang rasis dan diskriminatif, baik bagi orang melayu itu sendiri maupun etnis-etnis minoritas. Keterpisahan yang dipaksakan (dan dilegalkan) semacam itu hanya akan menjadi bensin bagi percik-percik konflik antar-etnis.
Coba bayangkan apa jadinya kalau di Indonesia ada sekolah atau universitas khusus orang Jawa atau khusus orang Batak?
*=seingat saya, di Malaysia juga jamak kan sekolah-sekolah dasar-menengah yang berbasis ras?
|
About this entry
You’re currently reading “Universitas Khusus Orang Melayu di Malaysia,” an entry on Catshade’s Catharsis Corner
- Published:
- Sabtu, 24 Januari 2009 / 3:38 pm
- Category:
- Kutipan
- Tags:
- affirmative action, diskriminasi, etnis, malaysia, mayoritas, melayu, minoritas, pendidikan, ras, universitas
3 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]