Lika-Liku Keluarga Berencana di Berbagai Negara

PM yang sama (Lee Kwan Yew) tahun 1986 berbalik 180o dalam memberikan slogan, dari “Dua saja cukup!” menjadi “Tiga bahkan empat jika anda mampu!” guna mendorong populasi Singapura agar Singapura dapat mensuplai cukup jumlah SDM-nya bagi perekonomiannya sendiri.

Terlalu Sedikit Salah, Terlalu Banyak Juga Salah… « Spektrum Pemikiranku

Bagaimana dengan Cina dan kebijakan satu anaknya? Dari apa yang saya baca, secara kependudukan program mereka lumayan berhasil menekan pembengkakan laju pertumbuhan penduduk, tapi efek sosiologisnya tak terduga: Muncul generasi yang tak punya kakak atau adik, dan anak-anak mereka kelak juga tak punya paman, bibi, atau sepupu. Belum lagi karena adanya seleksi gender (orangtua lebih memilih punya anak laki-laki daripada perempuan), akhirnya generasi hasil KB itu jadi sulit mencari jodoh.

Begitu juga efek psikologisnya: Karena cuma satu anak yang bisa jadi tumpuan hidup mereka di masa tua kelak, maka muncul dua ekstrim: (1) si anak dimanjakan oleh orangtuanya secara berlebihan, atau (2) si anak dipaksa belajar sekeras mungkin agar unggul di sekolahnya, lulus ujian negara, dan bisa mendapat pekerjaan yang ‘bermasa depan cerah’. Belum lagi muncul beberapa masalah kepribadian di anak-anak tunggal ini… ?

Iklan

About this entry